Safety Stock merupakan jumlah stok tambahan yang dipesan dan disimpan pada gudang oleh perusahaan. Tujuannya agar mencegah terjadinya situasi kehabisan stok barang.

Ada beberapa penyebab suatu perusahaan mengalami kekurangan stok. Bisa karena permintaan pelanggan yang berlebih secara mendadak, ketidakpastian rantai pasokan, dan masalah produksi. Untuk mengetahui lebih dalam tentang Safety Stock dan cara menghitungnya, simak ulasannya di bawah ini.

Alasan Bisnis Membutuhkan Safety Stock

Menjalankan bisnis bisa memiliki risiko. Akan tetapi, kamu dapat mengurangi risiko terkait ketersediaan stok. Caranya dengan memasukkan safety stock ke dalam inventaris.

Secara keseluruhan, safety stock dibutuhkan oleh sebuah bisnis karena dapat membantu dalam :

  • Mengatasi perubahan pasokan: Banyak faktor yang dapat membuat perubahan atau penundaan dalam proses produksi barang atau pengiriman barang. Contohnya seperti kondisi cuaca yang buruk. Dengan adanya safety stock, kamu dapat mempertahankan bisnis tetap berjalan dengan baik hingga pemasok siap memproduksi/mengantarkan barang.
  • Menjaga kestabilan stok meski terjadi pergeseran permintaan: Tingkat permintaan dapat berubah karena kebutuhan pelanggan. Permintaan yang meningkat secara drastis sulit untuk diperhitungkan. Namun, safety stock memungkinkan kamu menjaga ketersediaan barang bagi pelanggan selama periode sibuk tersebut.
  • Melindungi dari perubahan harga: Faktor-faktor seperti kelangkaan bahan baku, peningkatan permintaan, dan munculnya pesaing baru dapat memaksa harga barang meningkat. Ketika kamu telah mempersiapkan safety stock, maka bisnis tetap dapat berjalan semestinya. Tentunya tanpa harus membeli banyak barang dengan harga lebih tinggi.

Perhitungan Safety Stock

Untuk melakukan perhitungan Safety Stock, ada dua cara, yakni penjelasannya di bawah ini.

1.      Basic Safety Stock Formula

Ini adalah metode yang paling sederhana dan umum digunakan untuk menghitung safety stock. Formula ini berfungsi untuk menghitung rata-rata safety stock yang perlu dimiliki perusahaan.

Safety Stock = (Penjualan Harian Maksimum x Lead Time Maksimum) – (Penjualan Harian Rata-Rata x Lead Time Rata-Rata)

  • Penjualan harian maksimum : jumlah maksimum produk yang terjual dalam satu hari
  • Lead time maksimum : waktu terlama yang dibutuhkan pemasok untuk mengirimkan persediaan barang
  • Penjualan harian rata-rata : jumlah rata-rata produk yang terjual dalam satu hari
  • Lead time rata-rata : waktu rata-rata yang dibutuhkan pemasok untuk mengirim persediaan barang

2.      Rumus Fixed Safety Stock

Persediaan cadangan tetap adalah jumlah unit barang yang telah kamu tentukan sebelumnya sebagai stok cadangan. Penentuan jumlah unit cadangan dilakukan dengan melihat nilai penjualan dari beberapa bulan terakhir. Jadi, jumlah cadangan yang disimpan akan jauh lebih akurat.

Persediaan cadangan tetap tidak memperhitungkan waktu tunggu pemasok atau fluktuasi permintaan. Untuk itu, rumus ini lebih cocok dipakai pada toko-toko dengan permintaan konsisten atau memiliki jumlah penjualan stabil.

Rumus menghitung persediaan cadangan tetap dapat dihitung dengan cara berikut:

Fixed Safety Stock = Jumlah Hari x Penjualan Harian Rata-Rata/Penjualan Harian Maksimum

Contohnya, kamu ingin memiliki safety stock yang aman untuk dua minggu atau 14 hari. Penjualan harian rata-ratanya adalah 10, sedangkan penjualan harian maksimumnya adalah 20. Dengan data tersebut, maka didapatkan fixed safety stock milikmu untuk produk ini antara 140 dan 280.

 

Hubungi Kami di WhatsApp
1