Fulfillment software menjadi “otak” operasional ketika pesanan mulai ramai, karena ia menghubungkan order masuk, stok di gudang, proses picking–packing, sampai nomor resi terkirim ke pelanggan. Tanpa alat yang tepat, biaya sering bocor dari salah stok, salah kirim, dan pekerjaan ulang yang membuat tim gudang kelelahan. Listicle ini merangkum beberapa fulfillment software yang banyak dipakai untuk otomatisasi order dan stok, dengan penjelasan praktis agar Anda bisa menilai mana yang paling cocok untuk tahap bisnis Anda.

1) ShipBob – Cocok untuk brand yang ingin otomatisasi sekaligus 3PL terintegrasi

ShipBob menonjol karena platform-nya menyatukan order management dan inventory management, lalu pesanan dapat diproses lewat jaringan fulfillment center mereka. Di halaman produknya, ShipBob menekankan “single source of truth” untuk pesanan dan inventaris, plus pelacakan status order dari tahap picked sampai shipped. Pendekatan ini membantu Anda mengurangi kerja manual karena order dari toko online bisa mengalir otomatis ke proses gudang.

Dari sisi kontrol stok, ShipBob juga menyediakan visibilitas jumlah stok real-time, dukungan reorder notifications, bundling, dan analitik untuk memantau performa fulfillment. Jika Anda menjual multichannel, ShipBob menekankan integrasi native dengan platform seperti Shopify dan marketplace tertentu agar alur pemrosesan order lebih otomatis. Pilihan ini biasanya efektif untuk penjual yang ingin skala cepat tanpa membangun gudang sendiri dari nol.

2) Zoho Inventory – Alternatif rapi untuk order management dan pengiriman multi-channel

Zoho Inventory fokus pada pengelolaan sales order dan purchase order, pembuatan paket, shipment, serta pengiriman pembaruan status secara terpusat. Di halaman resminya, Zoho menekankan kemampuan untuk mengintegrasikan kanal penjualan seperti Amazon, eBay, Etsy, dan Shopify, lalu mengelola order dalam satu tempat. Ini membantu ketika Anda mulai kewalahan memantau order dari beberapa kanal yang berbeda.

Untuk kebutuhan otomasi setelah pengiriman, ekosistem Zoho juga mendukung integrasi pelacakan, misalnya koneksi Zoho Inventory dengan AfterShip yang dapat mengimpor detail pengiriman dan memperbarui status order secara otomatis. Alur seperti ini membuat tim tidak perlu mengirim update manual satu per satu, sehingga komunikasi pelanggan lebih konsisten. Jika target Anda adalah operasional yang rapi dengan biaya relatif terukur, Zoho Inventory sering dipilih karena struktur fiturnya jelas untuk penjual online yang sedang bertumbuh.

3) Cin7 – Kuat untuk gudang yang butuh pick–pack lebih sistematis

Cin7 dikenal di area inventory dan warehouse management, terutama untuk bisnis yang mulai serius dengan proses gudang yang lebih disiplin. Di fitur WMS-nya, Cin7 menyebut dukungan seperti guided walk paths, bin location suggestions, barcode scanning untuk menekan kesalahan packing, dan real-time stock syncing. Jika tim Anda sudah memakai rak, bin location, dan alur picking harian, fitur seperti ini biasanya cepat terasa dampaknya.

Cin7 juga punya skenario integrasi marketplace yang relevan untuk penjual multichannel, termasuk pembaruan stok otomatis dan sinkronisasi data order pada integrasi tertentu. Pada dokumentasi integrasinya, Cin7 menjelaskan bahwa stok dapat diperbarui otomatis ke Amazon dan data pesanan diunduh ke Cin7 untuk diproses, lalu informasi tracking dapat dikirim kembali setelah fulfillment. Untuk penjual yang ingin kontrol gudang tetap dipegang internal, tetapi tetap ingin otomatisasi lintas kanal, Cin7 sering lebih pas dibanding alat yang hanya fokus di satu fungsi saja.

4) Extensiv Order Manager (eks Skubana) – Cocok untuk operasi multichannel yang butuh routing dan kontrol lokasi stok

Extensiv menempatkan dirinya sebagai alat multichannel inventory management yang membantu mempercepat fulfillment dengan dukungan multi-gudang dan koneksi ke 3PL. Pada halaman fiturnya, Extensiv menekankan kemampuan menambah beberapa gudang internal dan 3PL, membuat dan memberi peringkat pick location per SKU, serta dukungan label pengiriman dan retur. Ini berguna saat Anda punya lebih dari satu titik stok dan butuh aturan pengiriman yang konsisten.

Di sisi integrasi, Extensiv menekankan koneksi ke platform ecommerce dan marketplace, serta sinkronisasi inventory dan tracking kembali ke toko seperti Shopify dan WooCommerce. Kalau Anda sering mengalami stok “berantem” antar kanal atau perlu aturan pemenuhan order yang lebih rapi per gudang, model seperti ini membantu mengurangi overselling dan keterlambatan. Pilihan ini umumnya pas untuk penjual yang sudah masuk fase multichannel serius dan butuh pengendalian yang lebih tegas.

5) Katana Cloud Inventory – Tepat untuk bisnis yang menggabungkan stok, fulfillment, dan produksi ringan

Katana cenderung kuat untuk bisnis yang tidak hanya menyimpan barang, tetapi juga merakit, membuat, atau mengelola bahan baku sebelum barang jadi siap dijual. Di Shopify App Store, Katana menekankan real-time inventory, multilocation, manajemen fulfillment lintas lokasi dan kanal, serta integrasi dengan akuntansi seperti Xero dan QuickBooks. Ini membuat alur “order masuk → cek ketersediaan → produksi/kit → kirim” lebih mudah dipantau dalam satu sistem.

Pada halaman integrasi Xero, Katana juga menekankan manfaat seperti mempercepat pemrosesan order, membantu mengurangi error lewat barcode scanning, dan pembaruan biaya dari Xero untuk analisis profit. Jika masalah Anda bukan hanya stok jadi, tetapi juga biaya dan ketersediaan bahan, Katana sering lebih relevan dibanding software yang murni gudang. Dengan begitu, keputusan operasional seperti kapan produksi, kapan restock, dan kapan kirim menjadi lebih sinkron.

6) inFlow Inventory – Praktis untuk tim gudang kecil yang butuh alur picking dan scanning sederhana

inFlow banyak dipakai untuk operasi yang ingin proses picking dan shipping lebih tertib tanpa membuat sistem terasa berat. Dalam dokumentasinya, inFlow menjelaskan alur picking dengan opsi scan product, lalu proses shipping yang memungkinkan scanning saat packing untuk memastikan item yang dimasukkan ke paket sesuai pesanan. Pola seperti ini biasanya efektif untuk menekan salah kirim pada gudang kecil yang perputaran order-nya tinggi.

Kelebihan pendekatan inFlow adalah alurnya mudah dipahami oleh staf baru, karena tahapan kerja terlihat jelas di level sales order. Saat Anda menambahkan scanning sebagai kebiasaan, Anda mengurangi risiko “pakai ingatan” yang sering menjadi penyebab retur dan komplain. Untuk penjual yang belum butuh jaringan gudang luas, tetapi ingin disiplin proses order dan stok, inFlow bisa menjadi batu loncatan sebelum naik ke sistem yang lebih kompleks.

Kesimpulan

Fulfillment software yang efektif adalah yang membuat alur order dan stok bergerak otomatis tanpa memaksa tim melakukan banyak pekerjaan ulang. Jika Anda ingin sekaligus 3PL terintegrasi, ShipBob biasanya kuat karena menyatukan platform dan jaringan fulfillment, sedangkan Zoho Inventory cocok untuk sentralisasi order dan pengiriman multi-channel. Untuk kontrol gudang yang lebih sistematis, Cin7 dan Extensiv menonjol di sisi WMS/OMS multichannel, sementara Katana cocok untuk bisnis yang bersinggungan dengan produksi, dan inFlow pas untuk gudang kecil yang butuh proses scanning yang jelas.

Hubungi Kami di WhatsApp
1