Kebakaran Terra Drone pada 9 Desember 2025 bukan sekadar insiden biasa. peristiwa ini mengguncang opini publik karena menelan korban jiwa cukup banyak sepanjang tahun di Jakarta. Tulisan ini akan menguraikan tujuh fakta kronologis agar kamu memperoleh gambaran lengkap dan akurat tentang tragedi yang menghebohkan tersebut.
1. Api Muncul dalam Hitungan Menit
Parahnya peristiwa bermula sekitar pukul 12.10 WIB ketika sebagian karyawan baru saja kembali dari rehat makan siang di gedung tujuh lantai Terra Drone di Kemayoran. Situasi tampak normal sebelum asap tipis terdeteksi di lantai dasar yang berfungsi sebagai area servis perangkat UAV. Hanya beberapa menit kemudian, alarm kebakaran berbunyi bersamaan dengan nyala api yang cepat menjalar ke tangga utama.
Kamu dapat membayangkan kepanikan saat pekerja di lantai tiga, empat, dan lima berusaha turun tetapi terhalang embusan asap pekat. Ketika sirene eksternal mulai terdengar, sebagian besar staf terpaksa berlindung di ruang rapat sembari menunggu bantuan. Detik-detik inilah yang kelak memicu pertanyaan besar tentang efektivitas prosedur evakuasi internal.
2. Respon Darurat Terus Berkejaran dengan Waktu
Pemadam kebakaran menerima panggilan pertama tepat pukul 12.30 WIB dan tiba sekitar sepuluh menit kemudian dengan dua unit truk tangga. Begitu tiba, petugas langsung mengevakuasi korban melalui jendela menggunakan tangga portabel. Sementara tim lain memfokuskan selang tekanan tinggi ke titik api di lantai dasar.
Kamu perlu tahu bahwa metode vertical ventilation tidak dapat segera dijalankan karena struktur bangunan tertutup kaca. Akibatnya, temperatur di lantai menengah melonjak drastis, membuat penyelamatan semakin krusial. Proses pendinginan total baru selesai lima jam kemudian setelah seluruh ruang disisir satu per satu.
3. Dugaan Awal: Baterai Drone Meledak
Dalam konferensi pers, Kapolres Jakarta Pusat Susatyo Purnomo Condro mengungkap dugaan awal bahwa baterai lithium-ion drone yang tengah diisi ulang jadi sumber api. Sifat kimia baterai tersebut dapat memicu reaksi rantai jika terjadi over-charging. Hal itu menghasilkan kobaran yang sulit dipadamkan air biasa.
Polisi forensik kini memeriksa puing perangkat dan rekaman CCTV untuk memverifikasi titik nyala pertama. Kamu mungkin bertanya: “Apakah standar keamanan charging sudah diterapkan?”—itulah yang sedang diselidiki, termasuk kemungkinan pelanggaran protokol keselamatan kerja oleh pihak manajemen.
4. Korban Jiwa Mencapai 22 Orang
Hingga 10 Desember 2025, jumlah korban meninggal tercatat 22 orang, termasuk seorang wanita hamil tujuh bulan. Mayoritas korban diduga mengalami asfiksia lantaran terjebak asap panas dalam ruang tertutup. Selain itu, 11 karyawan menderita luka bakar ringan hingga sedang dan masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati.
Proses identifikasi jenazah dilakukan melalui metode sidik jari dan DNA karena sebagian besar tubuh tidak dapat dikenali secara visual. Situasi memilukan ini menyulut empati publik. Relawan dan donatur berlomba mengirim bantuan bagi keluarga korban.
5. Sorotan pada Struktur Bangunan dan Sistem Keamanan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turun langsung meninjau lokasi sehari setelah kejadian, menekankan pentingnya audit ulang kelayakan bangunan berisiko tinggi. Investigasi awal menemukan jalur evakuasi yang berliku dan minim penanda fotoluminesen, sehingga menyulitkan navigasi saat listrik padam.
Bangunan tersebut juga diketahui hanya mengandalkan satu tangga darurat internal yang posisinya berdekatan dengan ruang servis baterai. Jika kamu mempertimbangkan standar National Fire Protection Association (NFPA), konfigurasi seperti itu jelas melampaui ambang toleransi risiko. Rekomendasi perbaikan kini disusun, termasuk pemasangan sprinkler otomatis khusus bahan kimia lithium-ion.
6. Dampak Bisnis dan Reaksi Korporasi
Terra Drone Indonesia merilis pernyataan resmi satu hari pasca insiden, mengungkap duka mendalam serta komitmen penuh bekerja sama dengan otoritas. Operasional proyek survei udara di sektor pertambangan dan perkebunan dihentikan sementara untuk mengalihkan sumber daya ke dukungan kemanusiaan.
Kamu yang merupakan klien perusahaan mungkin khawatir soal jadwal layanan. Manajemen memastikan data pelanggan aman karena server cloud berada di lokasi terpisah. Namun, para analis menilai reputasi korporasi akan sangat bergantung pada transparansi investigasi dan kecepatan pemulihan layanan di kuartal pertama 2026.
7. Langkah Penyelidikan dan Pencegahan ke Depan
Tim Laboratorium Forensik Mabes Polri masih mengumpulkan sampel jelaga, kabel, serta sisa baterai untuk mengungkap penyebab pasti. Mereka juga memeriksa apakah terdapat unsur kelalaian yang dapat dijerat pasal pidana korporasi. Tanpa hasil pasti, publik sulit menilai siapa yang harus bertanggung jawab secara hukum. Pemerintah DKI Jakarta berencana menggunakan kasus ini sebagai momentum memperketat izin bangunan industri teknologi.
Kesimpulan
Tragedi Kebakaran Terra Drone mengajarkan kita bahwa inovasi teknologi tanpa protokol keselamatan memadai dapat berujung fatal. Semoga rangkaian fakta di atas menjadi pelajaran berharga bagi industri drone dan sektor lain yang bergantung pada baterai berenergi tinggi.
