Mengonsumsi ikan memang menyehatkan, namun tidak semua jenis ikan aman untuk tubuhmu. Beberapa spesies ikan laut justru mengandung merkuri dalam kadar berbahaya yang dapat merusak otak, ginjal, dan sistem saraf manusia. Merkuri merupakan logam berat beracun yang terakumulasi dalam rantai makanan laut, terutama pada ikan predator berukuran besar dan berumur panjang. Beberapa jenis ikan yang mengandung merkuri adalah sebagai berikut.
1. Ikan Jabad (Tilefish) – Raja Merkuri dengan Kadar 1,123 ppm

Ikan jabad atau tilefish menempati posisi puncak sebagai ikan dengan kandungan merkuri tertinggi mencapai 1,123 ppm. Kamu perlu sangat waspada karena ikan ini hidup di dasar laut dengan usia yang sangat panjang, menyebabkan akumulasi merkuri dalam tubuhnya jauh melampaui batas aman konsumsi. FDA bahkan menempatkan ikan ini dalam kategori terlarang untuk ibu hamil dan anak-anak.
Durasi hidup yang lebih lama dibandingkan ikan lain menjadi faktor utama tingginya kandungan merkuri dalam tubuh ikan jabad. Kamu sebaiknya benar-benar menghindari konsumsi ikan ini karena satu porsi saja sudah dapat memberikan paparan merkuri yang membahayakan sistem saraf. Methylmercury yang terkandung dalam ikan ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen, gangguan mental, masalah ginjal, hingga risiko tinggi bagi perkembangan janin.
2. Ikan Todak (Swordfish) – Predator Berbahaya dengan 0,995 ppm Merkuri

Ikan todak yang memiliki moncong panjang menyerupai pedang ini mengandung merkuri sangat tinggi yaitu 0,995 ppm, hampir mencapai 1 ppm. Kamu mungkin tergoda dengan tekstur dagingnya yang tebal, lembut, dan gurih yang sering disajikan dalam bentuk steak, namun kandungan merkurinya sangat berbahaya bagi kesehatan. Di pasaran Indonesia, ikan ini biasanya dijual dalam bentuk fillet beku dan sering disandingkan dengan ikan dori.
Sebagai predator puncak di lautan yang memangsa ikan-ikan kecil, todak mengakumulasi merkuri dari seluruh rantai makanannya. Kamu harus sangat membatasi konsumsi ikan ini, maksimal sekali dalam sebulan dengan porsi tidak lebih dari 150 gram untuk orang dewasa. Teknik memasak apapun tidak akan mengurangi kadar merkuri dalam daging ikan ini secara signifikan.
3. Ikan Hiu – Predator Puncak Berkadar Merkuri 0,979 ppm

Meskipun ikan hiu dilindungi dan jarang dijual bebas, dalam beberapa budaya daging hiu masih menjadi santapan istimewa dengan kandungan merkuri mencapai 0,979 ppm. Kamu perlu memahami bahwa sebagai predator utama di lautan dengan rantai makanan panjang, hiu mengonsumsi banyak ikan kecil sehingga logam berat terakumulasi sangat tinggi di tubuhnya.
Posisi hiu di puncak rantai makanan laut membuatnya menjadi “gudang merkuri” alami yang sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Kamu sebaiknya benar-benar menghindari konsumsi daging atau produk olahan dari hiu, termasuk sup sirip hiu yang masih populer di beberapa restoran. Paparan merkuri dari hiu dapat menyebabkan gangguan permanen pada sistem saraf pusat.
4. King Mackerel – Si Besar Bermerkuri 0,730 ppm

King mackerel sangat berbeda dengan makarel kalengan biasa yang sering kamu temui di supermarket, dengan kandungan merkuri mencapai 0,730 ppm. Ikan berukuran besar dengan berat rata-rata 40 kilogram ini memang menjadi favorit para pemancing, namun sangat berbahaya jika dikonsumsi karena kandungan merkurinya yang tinggi. Kamu harus bisa membedakan king mackerel dengan makarel kecil biasa yang relatif aman dikonsumsi.
Sifatnya sebagai predator di laut lepas membuat king mackerel mengakumulasi merkuri dalam jumlah besar dari mangsanya. Kamu disarankan untuk memilih alternatif makarel berukuran kecil yang kandungan merkurinya jauh lebih rendah dan aman. FDA merekomendasikan untuk tidak mengonsumsi king mackerel sama sekali, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah 6 tahun.
5. Tuna Mata Besar (Big Eye Tuna) – Favorit Berbahaya dengan 0,689 ppm

Tuna mata besar memiliki tubuh memanjang mirip torpedo dengan ukuran mencapai 236 sentimeter dan kandungan merkuri 0,689 ppm. Kamu mungkin menyukai rasa dagingnya yang lezat dalam hidangan sushi atau sashimi, namun kandungan merkurinya membuat ikan ini masuk kategori harus dihindari. Berbeda dengan tuna kalengan biasa yang umumnya menggunakan skipjack tuna bermerkuri rendah, big eye tuna mengandung merkuri hampir dua kali lipat.
Ukuran raksasa dengan panjang lebih dari 2 meter dan umur panjang membuat merkuri menumpuk dalam daging tuna mata besar. Kamu sebaiknya membatasi konsumsi maksimal sekali per bulan dengan porsi tidak lebih dari 100 gram, atau lebih baik lagi memilih alternatif tuna berukuran kecil seperti skipjack. Ingatlah bahwa paparan merkuri dapat menyebabkan otot melemah, gangguan penglihatan, kesemutan, hingga gangguan mental.
